Senin, 02 Juni 2008

BBM, benar" mabok!!!!!

"Kenaikan BBM akhir - akhir ini membuat beberapa kalangan dari beberapa golongan, seperti mahasiswa dan ibu - ibu, melakukan aksi demo. Demo ini pun mengumpulkan masa yang banyak. Bedanya, Mahasisiswa mengadakan demo kenaikan BBM, sedangkan Ibu - Ibu mengadakan demo masak. Hal ini menyebabkan Pro - Kontra antara Mahasiswa dengan para suami. Mahasiswa beranggapan bahwa, demo yang dilakukan oleh ibu - ibu merupakan pemborosan, mengingat saat ini Indonesia sedang mengalami kenaikan harga BBM. sedangkan para suami mendukung penuh demo para istri nya, karena dianggap bisa meningkatkan nafsu makan, menjadikan mereka lebih bergairah saat bekerja, serta tidak cepat bosan bila berada di rumah."

Tanggapan saya:
Mengenai kabar burung "mabok" (berita ngaco sih sebenarnya...) tersebut saya berpendapat, ternyata tidak semua demo itu hanya sebuah tindakan yang kurang efektif untuk menyelesaikan suatu masalah, masih banyak demo - demo lain yang lebih bermanfaat dan berkhasiat, seperti demo masak, contohnya.


Dari cerita di atas, ada makna tersirat dari itu semua, Usaha ibu - ibu untuk melakukan demo masak menghasilkan suatu perubahan pada tujuannya, yaitu membahagiakan suami. Karena dari cara usahanya, mereka tidak banyak mengeluh tetapi menghasilkan tindakan untuk perubahan nyata,
Kita lihat sekarang, banyak demonstrasi yang menyertai massa yang banyak, teriak" sepanjang hari, tidak peduli dengan kondisi badannya yang bau, serta peluh yang membasahi baju, usahanya seperti tidak didengar oleh yang di ajak curhat, Mengapa? karena mereka mengeluh tapi bukan menghasilkan tindakan untuk hal yang nyata.
Ingat! prosentase berhasilnya suatu masalah bila dipecahkan dengan mulut (mengeluh, protes) itu sangat kecil, di bandingkan dengan melakukan suatu tindakan.

sekian, terima kasih,

*ongkos warnet udah membludak nih!!!!

Tidak ada komentar: